• Photo Galery

    • My Baby
    • November 2008
      MSSRKJS
            1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      30
  • Archives

  • Content Tag

  • Testimonials

    • Hai Ryla ... BUkan karena masih poenya satu testimony nih ong Pee mau ngisi Tesimony loe ... tapi bial owee boleh semakong kenal sama loe yaa .. Di Banjalmasin lagi moesim apaang sekalang? Ikang Asing? haaa ..
  • Blog Roll

  • Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 3243 kali
  • Subcribe RSS of this blog
  • 28 Agustus 2008

    Panjang Umur Berkat Jogging

    Ditulis oleh Ela Susanti dan telah dikomentari sebanyak 2 buah

    Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai olahraga lari. Penelitian terbaru memperlihatkan olahraga murah meriah itu terbukti memperpanjang usia dan membebaskan pelakunya dari keluhan ini itu.

    Studi yang dilakukan Fakultas Kedokteran Stanford University terhadap dua kelompok berusia di atas 50 tahun; yang melakukan olahraga lari dan tidak. Kedua kelompok ini terus menerus dimonitor kesehatannya selama dua dekade.

    Olahraga lari ternyata memperlebar perbedaan kemampuan dan tingkat kesehatan kedua kelompok tersebut. Pada kelompok yang tidak melakukan olaraga lari perlahan muncul gangguan kesehatan dan ketidakmampuan melakukan aktifitas fisik tertentu.

    Sementara pada kelompok manula yang berolahraga lari rutin, gangguan itu muncul 16 tahun lebih lambat.

    Peneliti senior Dr James Fries seperti dikutip dari portal Life Extension menyebutkan perbedaan kemampuan fisik dan kesehatan itu makin melebar pada saat mereka mencapai usia 90-an.

    Dalam studi itu, periset mengumpulkan kuisioner dari 538 pelaku olahraga lari dan 423 yang tidak berolahraga. Mereka diminta untuk menuliskan kegiatan harian seperti mandi, berpakaian dan jalan. Kuisioner juga menanyakan kemampuan mereka untuk mengambil dan menyimpan barang serta duduk di kursi.

    Setelah 19 tahun dan sebagian besar partisipan penelitian mencapai usia 70 tahun, tenyata hanya 15% dari kelompok pelari yang meninggal dunia, jauh lebih rendah dibanding grup tidak berolahraga yang mencapai 34%.

    Pada awal studi, pengikut olahraga lari rata-rata menghabiskan empat jam seminggu. Namun pada akhir masa penelitian atau 20 tahun kemudian, porsi olahraga berkurang hingga tinggal seperempatnya atau hanya satu jam per minggu. Meskipun waktu olahraga berkurang drastis, namun manfaatnya masih terlihat.

    Seperti dikatakan Dr Fries, studi yang sangat pro-olahraga ini terlihat biasa karena olahraga sudah diyakini memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Namun anjuran olahraga rutin pada manula tidak begitu banyak. Karena lebih ditekankan agar para orang tua tetap bergerak dan mandiri agar kesehatan jantung terjaga, mengurangi stres, membantu mengatasi masalah berat tubuh dan sulit tidur.

    Sementara banyak yang beranggapan orangtua berolahraga lari justru akan menimbulkan keluhan nyeri otot dan sebagainya.

    Namun seperti dikatakan Dr Fries, selama 20 tahun partisipan berolahraga, nyaris tidak banyak keluhan.


    Ada 2 buah komentar untuk Panjang Umur Berkat Jogging

    1. 28 Agustus 2008

      #1 love berkomentar :

      yuks qt mulai....
      lariiiiiiiiii.....

    2. 29 Agustus 2008

      #2 ryla berkomentar :

      love >>> maksudnya jogging, bukan lari buat nyari juara. Itu mah bikin ngos-ngosan..hehehehe

    Leave a Reply

    Note: Comment untuk tulisan ini tidak diperkenankan format html

    footer